WartaPress, Kota Malang – Penanganan sampah di daerah padat penduduk seperti Kota Malang bukan perkara mudah. Namun pemerintah Kota Malang tetap berusaha mengoptimalkan segenap sumber daya untuk memberikan pelayanan terbaik untuk kenyamanan masyarakat.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menjelaskan bahwa volume sampah harian selama bulan Ramadan tidak mengalami peningkatan signifikan. Volume sampah yang dihasilkan masyarakat masih berada di kisaran 500 ton per hari, relatif sama seperti hari-hari biasa.
Plh Kepala DLH Kota Malang Drs. Gamaliel Raymond Hatigoran M., M.AP., mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan aktivitas masyarakat selama Ramadan relatif belum berdampak pada lonjakan volume sampah.
“Masih seperti rata-rata. Dalam satu hari kurang lebih sekitar 500 ton,” ujar Raymond, saat dihubungi media pada Kamis, (5/3/2026).
Meski demikian, DLH Kota Malang menyiapkan langkah jangka panjang untuk pengolahan sampah. Salah satunya melalui rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL).
Rencana besar tersebut masih berada pada tahap pembahasan dan mematangkan konsepnya secara holistik. Lokasi pembangunan PSEL dapat saja mengambil lokasi di wilayah Kabupaten Malang dengan pertimbangan ketersediaan lahan yang lebih memadai.
Plh Kadis LH Kota Malang menjelaskan, konsep PSEL menggunakan skema aglomerasi, yaitu pengumpulan sampah dari beberapa daerah agar memenuhi kapasitas pengolahan. Nantinya sampah dari Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu akan dikirim ke satu lokasi pengolahan.
Proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi cukup besar, yakni sekitar Rp1,5 triliun untuk mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari. Jika fasilitas tersebut terealisasi, Kota Malang akan mengirim sekitar 500 ton sampah per hari ke lokasi PSEL sehingga dapat mengurangi beban pembuangan di TPA Supit Urang.
Selain PSEL, terdapat alternatif lain dalam pengolahan sampah yakni teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Teknologi ini mengolah sampah menjadi bahan bakar berbentuk briket yang dapat dimanfaatkan oleh industri, seperti pabrik semen.
Saat ini Pemerintah Kota Malang masih dalam tahap pengajuan proposal pembangunan fasilitas RDF kepada Bank Dunia. Fasilitas tersebut diperkirakan mampu mengolah 150 hingga 300 ton sampah per hari.
Untuk pembangunan RDF, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp 200 miliar dengan dukungan pemerintah pusat melalui World Bank. Jika berjalan sesuai rencana, fasilitas tersebut diperkirakan baru dapat terealisasi pada akhir 2027 hingga 2028. (hr/wp). **









