WartaPress, Tokyo (8/12) — Ketegangan Jepang–China kembali meningkat setelah pemerintah Jepang memanggil Duta Besar China untuk Jepang, Wu Jianghao, menyusul insiden berbahaya pada Sabtu (6/12). Menurut laporan AP News, sebuah jet tempur China yang lepas dari kapal induk Liaoning diduga mengunci radar kendali tembakan ke pesawat F-15 milik Pasukan Bela Diri Udara Jepang (ASDF) saat berpatroli di wilayah udara internasional dekat Okinawa.
Kementerian Pertahanan Jepang menyebut penguncian radar terjadi dua kali, masing-masing berlangsung selama beberapa menit. Aksi tersebut dinilai Tokyo sebagai provokasi serius yang berpotensi memicu salah perhitungan militer. Wakil Menteri Luar Negeri Jepang, Takehiro Funakoshi, kemudian melayangkan protes keras kepada Beijing dan menegaskan tindakan China “sangat berbahaya” serta “tidak dapat diterima.”
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dalam pernyataannya mengatakan bahwa pemerintah akan merespons insiden ini dengan “tenang namun tegas,” sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap seluruh pergerakan militer China di sekitar kepulauan barat daya Jepang.
Namun Beijing membantah tudingan tersebut. Berdasarkan laporan AP, China justru mengajukan protes balasan, menuduh pesawat Jepang terbang terlalu dekat dan mengganggu latihan udara rutin dari kapal induk Liaoning. Militer China menilai klaim Jepang “tidak sesuai fakta” dan meminta Tokyo menghentikan “fitnah tidak berdasar.”
Insiden radar lock ini menjadi babak terbaru dalam meningkatnya ketegangan di Laut China Timur, wilayah yang selama ini diperebutkan kedua negara, terutama terkait sengketa Kepulauan Senkaku/Diaoyu. (Red2). **









