WartaPress, Tianjin (Xinhua) — Tiongkok menjadi negara yang semakin serius memfasilitasi konsolidasi organisasi negara-negara berkembang mengimbangi dominasi AS dan Eropa dalam hal ekonomi dan stabilitas dunia. Forum SCO terdiri dari 26 negara yang digelar dua hari ini dihadiri banyak pemimpin negara seperti Rusia, India, Iran, Pakistan, Belarus, Uzbekistan, Turki, Azerbaijan, Armenia, Nepal, Kamboja, Turki dan lainnya.
Presiden Xi Jinping pada hari Minggu mengatakan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional, dan untuk meningkatkan pembangunan berbagai negara di dunia yang semakin tidak menentu dan semakin cepat berubah.
Xi menyampaikan pernyataan tersebut pada sebuah jamuan makan untuk menyambut tamu internasional yang berada di kota pelabuhan Tianjin, Tiongkok, untuk menghadiri KTT SCO 2025 dari hari Minggu hingga Senin.
Dalam pidatonya di acara perjamuan tersebut, Xi menyatakan keyakinannya bahwa dengan upaya bersama dari semua pihak, pertemuan puncak itu akan sepenuhnya sukses, dan bahwa SCO pasti akan memainkan peranan yang lebih besar dan meraih lebih banyak kemajuan, memberikan sumbangan yang lebih besar pula dalam meningkatkan persatuan dan kerja sama di antara negara-negara anggota, menyatukan kekuatan dari negara-negara berkembang, dan mendorong kemajuan peradaban manusia yang lebih besar lagi.
Didirikan di Shanghai pada bulan Juni 2001, SCO telah berkembang dari enam anggota pendiri menjadi keluarga 26 negara yang terdiri dari 10 anggota, dua pengamat, dan 14 mitra dialog yang mencakup Asia, Eropa, dan Afrika.
Dengan pasar-pasar baru dan negara-negara berkembang utama seperti China, Rusia, dan India di antara para anggotanya, SCO mewakili hampir separuh populasi dunia dan seperempat ekonomi global.
Ini juga merupakan kali kedua Presiden Xi menjadi tuan rumah acara tersebut, dengan partisipasi para pemimpin dari lebih dari 20 negara dan 10 organisasi internasional. Sebelum KTT, Xi mengadakan lebih dari selusin pertemuan bilateral dengan para pemimpin yang tiba di Tianjin. (xin/wp). **









