Presisi News Scroll ke bawah untuk membaca
Example floating
Example floating
Berita

Rencana Trump relokasi penduduk Gaza tuai kecaman dalam negeri AS

483
×

Rencana Trump relokasi penduduk Gaza tuai kecaman dalam negeri AS

Sebarkan artikel ini

WartaPress, AS – Rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membangun Gaza yang baru tapi dengan memindahkan seluruh penduduknya ke Mesir dan Yordania, menuai kecaman dari masyarakat Barat sendiri. Rencana ini disampaikan Trump saat konfrensi press bersama Presiden Israel baru baru ini.

Tidak sedikit kritikus asal AS sendiri yang menghujat ide Trump sebagai bentuk kejahatan baru, bahkan menyebut Presiden AS seakan menjadi pelayan bagi kepentingan Israel, dan menggiring militer AS ke medan perang baru yang berbahaya.

Tokoh asal AS, Dr Jill Stein, menyebut rencana tersebut sebagai genosida dan malapetaka. “Donald Trump proposes to take over the Gaza strip, build a “Riviera of the Middle East”, forcibly relocate Palestinians. Won’t rule out sending US troops. Democrats gave us genocide. Republicans give us ethnic cleansing/ genocide. A pox on both their houses.” ungkap Jill melalui akun @DrJillStein, pada Rabu (5/2).

Baca Juga:  Benny K. Harman Sambut Tantangan Menkopolhukam Mahfud MD, Bahas "Skandal Rp 349 T"

Bahkan Noctis Draves atau @DravesNoctis, veteran tempur asal AS yang kini jadi aktivis, mengecam dengan menyebut rencana tersebut gila dan omong kosong. Bahwa kehancuran di Gaza disebabkan oleh orang yang duduk di sebelah Trump yang saat mengungkapkan rencananya, “God Damnit I’m so fucking furious. Fuck this shit man, I can’t believe America is allowing this. All the bullshit we see about the Holocaust, all the horse shit we learn about WW2, genocide etc and the fucker is allowing it in real time, right now, in our lives,” kata Draves.

Baca Juga:  Saras GenZ Soroti PPDB SDN/SMPN Kota Malang

Kecaman lain datang dari Dean Withers yang juga asal AS, dia terang-terangan mengatakan Trump ingin melakukan pembersihan etnis dan harus dihentikan, “The President of the United States of America just called for Ethnic Cleansing. Regardless of your political affiliation, this is indefensible,” tulisnya.

Protes tak kalah keras datang dari jurnalis asal AS, Abby Martin, yang menyebut Presiden Trump sedang berhalusinasi di samping Netanyahu, buronan genosida Gaza, “Hallucinatory to see Trump declare ethnic cleansing plans next to a smirking genocide fugitive,” Katanya.

Baca Juga:  Houthi Klaim Rudalnya Tembus Kapal Perusak AS di Laut Merah

Bahkan, Brian Krassenstein, yang mengaku sebagai orang Yahudi yang memiliki kerabat di Israel menuding Trump melakukan kejahatan kemanusiaan, “This is ethnic cleansing. No wonder he just pulled the U.S. from the UN Human Rights Council. This is a crime against humanity.

I say this as a Jewish man with family in Israel who have repeatedly fled rocket fire,” kata Brian. (Red2/wp). **

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *